Mencintai Alam dari ECO Mini Camp
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenal, mencintai,dan menjaga alam kita. Salah satu cara yang dilakukan oleh SDS Pesona Astra, Yayasan Astra Agro Lestari, Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah adalah dengan mengadakan kegiatan Eco Mini Camp. Kegiatan kepramukaan yang berlatar belakang menjaga keselamatan alam ini rutin digelar di setiap tahunnya.
Eco Mini Camp tahun ini diselenggarakan pada hari Rabu sampai
Kamis, tanggal 21 - 22 Juni 2023, diikuti
oleh peerta didik mulai dari kelas tiga sampai enam dan diketuai oleh Kak Aji
Wicaksana Darma dan wakilnya Kak Indra. Pada tahun ini, kegiatan menjaga alam dilakukan
dengan cara menanam bibit tanaman sejumlah peserta yang ikut dalam perkemahan.
Agenda di hari pertama Eco Mini Camp
adalah upacara penyambutan Praja Muda Karana oleh Kakak Pembina, Kak Imanuri. Seluruh
rangkaian acara dibagi menjadi beberapa sesi. Untuk sesi pertama adalah hiking
yang dilakukan di sekitar perkebunan sawit (areal). Setiap regu akan
mendapat game keberangkatan agar bisa melaju di pos selanjutnya.
Pos start adalah game alih tongkat.
Setiap regu akan menggeser posisi dan menjaga agar tongkat tidak terjatuh. Tiga
kali peuit panjang dibunyikan oleh Kak Siwi dan Kak Surya. Jika regu sudah
berhasil, boleh melanjutkan perjalanan di pos berikutnya.
Pos satu berupa game kekompakan gelas
hasduk. Gelas berisi air diletakkan di atas hasduk dan seluruh regu berusaha mencapai
garis yang ditentukan oleh Kak Vika dan Kak Suci. Jika berhasil, regu bisa
melanjutkan perjalanan.
Bersama Kak Dewi, Kak Zun, dan Dewang
Galang di pos tiga, setiap regu akan diuji
pengetahuannya tentang rempah-rempah. Dengan mata tertutup dan mengdanlkan
indera penciuman, anggota regu diminta untuk menebak jenis rempah dengan benar.
Pos empat adalah pos untuk menguji
pengetahuan kepramukaan. Bersama Kak Janita dan Dewan Galang, setiap regu
diminta menerjemahkan sandi dengan benar. Pos terakhir yang mereka lalui adalah
pos bola tali. Kekompakan setiap regu kembali diuji. Bola dihimpit oleh tali
dan dibawa menuju garis finish.
Dari perjalanan regu-regu tersebut,mereka
diajarkan untuk lebih mengenal dan menjaga alam dengan cara tertib berjalan
sesuai rute, menjaga tanaman di arela dengan baik, dan membuang sampah pada
tempat yang benar.
Malam harinya diadakan kegiatan pentas
seni. Setiap regu mendapat kesempatan tampil menari, menyanyi, atau membaca puisi
bersama guru pendampingnya masing-masing. Keseruan malam hari semakin semarak
saat tiba di penyalaan api unggun. Api Dharma telah dikobarkan oleh sepuluh Dewan
Galang dengan ikrar Dasa Dharma Pramuka.
Petuah yang disampaikan oleh Kak Aji selaku
pembina Upacara Api Dharma adalah agar seluruh peserta pramuka mampu menjadi
pribadi yang berbudi luhur.
Istirahat malam dimanfaatkan oleh seluruh
peserta perkemahan untuk melepas lelah. Jam dua dini hari, mereka kembali
dibangunkan untuk mengikuti renungan malam dan ibadah malam dilanjutkan ibadah
pagi. Pagi hari pukul lima, seluruh peserta diajak untuk senam pagi bersama,
dilajutkan memasak nasi goreng.
Jam sembilan, seluruh peserta diajak untuk
memulai menanam bibit tanaman di area yang sudah ditentukan. Ada banyak
jenis tanaman yang disemai. Bibit bunga hias, buah, dan tanaman jenis lainnya.
Harapannya, seluruh tanaman tumbuh dengan
baik seiring dengan perkembangan peserta perkemahan yang akan melaju di masa
depan.
Penulis:
Vika Varia Matovana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar